terdiam kaku
Terhempas tembok tebal kebisuan bincangmu
Melayah tanpa arah makna
Teredam beku disela buih hening
Lalu syairpun mengelana
hingga kehaluan ujung
Mencari nada nada yang tersisa
dibalik nyanyian rintih alam
Kata yang ku layangkan lewat angin
masih terdiam kaku
Mengeras dalam kebekuan bayang
yang semakin menghening
Merintih dan mengerang dibalik tatapan dingin wajah keakuanmu
Hingga akhirnya kembali rebah
Ketika kegelapan Memamah Semuanya dalam lara

No comments:
Post a Comment